Seorang Ayah, Ibu dan 3 orang Anak, sebuah keluarga yang sangat bahagia
pergi berlibur. Saat menuju lokasi liburan, kendaraan mereka mengalami
kecelakaan berat. Sang Ibu meninggal di tempat kejadian. Sang Ayah
terluka parah. Namun anak-anaknya lolos hanya lecet-lecet. Anak tertua
perempuan berusia 12 tahun dan dia memiliki adik lelaki berusia 9 tahun
dan yg paling kecil perempuan berusia 5 tahun.
Anak Tertua
memohon kepada dokter, "Anda sudah tidak dapat menyelematkan Ibu saya,
tapi tolonglah selamatkan Ayah saya. Saya sungguh memohon padamu dokter"
sambil memeluk dokter.
"Jika saya mengambil darahmu, itu akan
membahayakan karena kamu masih terlalu kecil". Anak perempuan itu
menjawab, "Jika saya mati, itu tidak ada bedanya untuk keluarga saya.
Tetapi jika Ayah saya yang meninggal, semua kami akan menderita. Dokter,
tolonglah ambil darah saya dan selamatkan Ayah saya. Jangan kuatirkan
tentang saya".
Akhirnya pihak rumah sakit berhasil mendapatkan
donor lain dan menyelamatkan Sang Ayah. Ketika Sang Ayah sudah pulih,
dokter berkata kepadanya, "Anda sangat beruntung karena memiliki anak
perempuan yang begitu baik yang rela berkorban memberikan jiwanya untuk
menyelamatkan jiwa anda. Apakah yang akan anda wariskan jika anda
meninggal dunia?"
Anak-anak rela mengorbankan jiwa mereka untuk
orangtuanya. Inilah cinta kasih sejati. Jalan satu-satunya untuk
membuktikan cinta kasih kita adalah melalui Asuransi Pendidikan untuk
memperlihatkan cinta kasih kita kepada mereka, anak-anak kita bahkan
setelah kita meninggalkan dunia ini.
No comments:
Post a Comment